Aku paksa keinginanku menjadi sebuah mimpi

Rabu, 05 September 2012by Jessica Ratna Sari | 0 comments | Labels:

Menikmati sebuah mimpi indah...
apa yang terjadi padamu setelah kejadian itu?
---pipi yang memerah, wajah merona, dan hari yang menjadi lebih berwarna diselimuti
keceriaan dengan canda tawa. Tidak berlebihan memang, jika hal itu terjadi pada diri kita.
Namun, yakinkah kamu bahwa sesuatu yang indah, yang baru kamu sadari itu adalah sebuah MIMPI?
atau selama ini, mimpi itu hanyalah khayal yang mengakar pada otakmu hingga merasuk dalam benak dan terendap pada bawah sadar?
---masihkah ada pipi yang memerah dan wajah yang merona itu? lalu, masihkah ada keceriaan dan canda tawanya?

Aku tersadar dalam sesuatu yang sangat indah, yang sempat ku anggap itu adalah mimpi dan akan menjadi nyata. Keceriaanku akan memuncak saat aku teringat lagi dan lagi dengan mimpi itu. Harapanku ingin sekali mimpi itu cepat beranjak jadi sebuah kenyataan. Kenyataan yang "kuharapkan". Mimpi yang secara tidak langsung perlahan menjadi bagian dari kenyataan hidup yang ku alami. Yaa, aku merasakan keindahan hidup itu tidak hanya dalam mimpi, melainkan dalam hidupku yang sesungguhnya.

Cerita mimpi yang membuat kuyakin bahwa benar adanya keberadaanmu adalah untukku. Membuat kuyakin bahwa benar adanya perasaan itu sampai pada hatimu dan hatiku. Hari yang dilalui, cakap canda tawa yang dirasakan, mengisi memori dengan ingatan segala hal tentangnya. Pujian demi pujian terlontar, rayuan demi rayuan dihanturkan, dan perhatian yang diberikan membawa raga ini melayang dalam buai kebahagiaan.

Bergulir waktu, bergulir pun hal indah yang aku anggap mimpi itu. Aku merasakan keindahannya sekejap. Kehangatan sapaan dan tawanya membuatku jauh untuk memikirkan hal lain selainnya. Sebelum tersadar, keindahan itu datang dan pergi. Mataku membelalak mencari tahu kemana dan ada apa saat dirnya datang atau waktu kepergiannya.

Aku berpikir, inikah harapan dari sebuah mimpi yang palsu? atau mimpi dari sebuah pengharapan?
tersentak dan bangun dari kelelapan hidup, bahwa sebenarnya itu bukanlah MIMPI. Keindahan yang aku agungkan adalah sebuah pengharapan yang kupikir akan membawa ku dalam sebuah kebahagiaan. Pengharapan yang aku selalu paksa untuk menjadi sebuah kenyataan. Pengharapan palsu yang aku sendiri rangkai dalam sebuah mimpi.

SADAR !! itu bukanlah mimpiku, itu hanyalah sebuah angan yang aku paksa menjadi sebuah mimpi agar dapat meraih sebuah kenyataan.

0 comments:

Posting Komentar